Langsung ke konten utama

Berdukalah Manusia; Lekas pulih hati yang luka!

Ia tidak harus dipandang sebagai Sang kebaikan;

Marah pada Nya jika kau berduka,

Kutuklah Ia jika tak kau temukan setetes harapan,

Meratap lah jika tak kau dapati kelegaan jiwa,

Dia seharusnya tau bahwa kau terluka, lelah, patah bahkan remuk.


Namun kasih, pantang kau menjauhi Dia;

Marah namun terus mencari,

Mengutuk namun meraih,

Menangis namun jangan lepas genggaman-Nya,

Mencaci namun tak lupa tuk membalas peluk-Nya,


Lekas pulih dan jangan tergesa-gesa!

Tangan-Nya yang terbuka; tuk cacian, kutukkan, hingga ratapan mu!




Klaten, 14.09.25

O.R.D.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Anak-Ku" (Veronika) t’lah sembuh!

         " Berikan ruang untuk sang liyan, ruang untuk diketahui, dikenali dan dicintai." Aku, bukan siapa-siapa... Bukan puteri kerajaan... Bukan gadis ternama... Bukan wanita kaya... Bukan pemuka agama... Bukan seorang aktris... Pun, bukan mahasiswi di seminari teologi... Semua yang terlampau indah tadi, jelas bukan aku... Hanya kesakitan ku terima, itulah yang ku dekap... “Perempuan yang sakit pendarahaan” itulah diriku... Label demi label yang terus terucap oleh para pendeta... Ya, aku sangat gembira jika mereka peduli tentang diriku... Tiap-tiap minggu, mereka berbicara tentangku... Menelisik nilai moral tuk dipelajari... Tentang imanku, juga lakuku... Namun, hati ini perih... Sbab, tiada yang mau mengenalku... Setidaknya, panggil aku dengan sebuah nama...  Bablas karena sakit yang ku derita nampak oleh mereka... Hingga lazim terucap apa yang telah lalu... Veronika! Itulah namaku... Aku memang sakit, tapi aku punya nama... Tuhanku pun tak menoleh... Or...

Tautan Publikasi Ilmiah

Journal article by Odorico Romansa Daputra  https://doi.org/10.54345/jta.v7i1.121